Kamis, 21 Maret 2013

Tingkah Laku Orang Jenius


Tingkah Laku Orang Jenius







Beda antara jenius dan normal terletak pada pola pikir. Manusia jenius selalu berpikir jauh melampaui apa yang terbersit oleh otak manusia biasa. Contoh mudahnya adalah dalam permainan petak umpet.

Dalam permainan ini, anak-anak sering mencari tempat persembunyian yang dianggap strategis. Misalnya dibalik tembok, diatas pohon, atau ditempat biasa lainnya. Itulah yang terlintas di benak orang biasa.

Namun belasan tahun lalu, di kota purwokerto, ada satu anak jenius yang sudah berpikir jauh melampaui anak-anak lain. Dia sudah mampu memahami makna dibalik permainan petak umpet. Yaitu, kita harus bersembunyi, jangan sampai tempat persembunyian kita diketahui. Dan berdasarkan pemikiran tersebut, disaat anak-anak lain sibuk mencari tempat persembunyian (entah itu dibalik tembok atau diatas pohon mangga), dia memilih untuk pulang ke rumah, masuk kamar, mengunci pintu, lalu tidur. Jadi biarpun siang sudah berganti malam dan malam berganti pagi, dia tidak kunjung diketemukan oleh anak-anak lain. Itulah sebabnya si jenius tersebut kemudian menjadi maestro dalam permainan petak umpet.

Contoh lain adalah saat membumihanguskan sarang tawon. Sebagai pemula dalam permainan memberantas sarang tawon, dia belum punya cukup ilmu, harus belajar dulu. Jadi, sebagai seorang jenius, dia tidak boleh bersikap gegabah. Harus membuat atau menciptakan situasi dimana dia bisa khusyuk mengamati dan mempelajari tingkah-laku tawon bila sarangnya diganggu. Oleh karena itulah, pada suatu ketika, dia mengajak beberapa orang kawan untuk mencoba menyerang satu sarang tawon yang berukuran besar. Dia menyuruh kawan-kawannya untuk memanjat pohon dan membakar sarang tawon menggunakan obor. Dia cukup melihat dari jauh lalu mengamati segala sesuatu yang bisa diamati, yang bisa dipelajari. Hingga akhirnya, saat teman-temannya lari pontang-panting karena disengat tawon, si jenius tinggal menyimpulkan bahwa berurusan dengan serangga semacam itu amat berbahaya. Sebab kita bisa terluka.

Atau kemarin, saat belanja di kompleks "shopping", yogyakarta. Setelah berputar-putar tak tentu arah, dia melihat seorang gadis berjilbab yang cukup manis sedang menunggui toko buku. Dia ingin mengunjungi toko tersebut namun disana sudah dijejali oleh calon pembeli yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Jadi, sebagai seorang jenius, dia pun membuat taktik yang amat mencengangkan.

Teknisnya begini. Dia mengajak temannya (yang bernama pipin) untuk berputar-putar lagi. Nanti, setelah tokonya sepi, baru dia datang dan bertanya macam-macam tentang segala jenis buku. Lalu, dia akan berkata bahwa buku yang dia cari tidak ada. Nah, setelah itu, dia tinggal bertanya nomor telepon toko tersebut, dengan alasan agar dia bisa mengkonfirmasi apakah buku yang dia cari sudah ada atau belum. Kalau bisa, jangan hanya nomor telepon tokonya saja, namun no hp si gadis sekalian. Biar nanti dia bisa mengirim sms, dan smsnya bukan hanya berkisar soal buku, tapi juga tentang hal lain. Misalnya, “Hallo mbak.., apa kabar..?” Hahaha..!!! Lihatlah, betapa jeniusnya.

Sayang, biarpun sudah berputar-putar cukup lama, entah kenapa toko tersebut selalu dijejali oleh calon pembeli. Dan lagi-lagi, entah kenapa, semua calon pembelinya berjenis kelamin laki-laki. Sehingga taktik yang super jenius itu tidak berhasil diterapkan. Ck, sial.

Itulah beberapa contoh yang niscaya terbersit di otak seorang jenius. Dan bila anda pun berpikir dan bertingkah laku seperti itu, maka kemungkinan besar, anda pun termasuk orang jenius pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar